Sabtu, 02 Juni 2018

Makalah Kurikulum Pendidikan Islam di Indonesia



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Dalam lembaga pendidikan islam harus ada sebuah rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik, sehingga peserta didik akan mendapatkan sebuah ilmu pengetahuan, kemampuan, pengalaman bakat dan minat didalam sebuah lembaga pendidikan.
Betapa pentingnya kurikulum yang dibuat, agar bertujuan mengarahkan pesrta didik kepada misi dan visi dalam lembaga pendidikan, agar kurikulum dapat sesuai dan benar maka dalam pembuatan kurikulum diharuskan menggunakan prinsip-prinsip dasar yang harus dijadikan pegangan.
Pendidikan yang memiliki setrategi itu lebih efektif dan efisien, dikarenakanmateri yang disampaikan oleh pengajar itu  tepat sasaran dan memiliki tujuan yang dibutuhkan kepada para peserta didik.

B.     RUMUSAN MASALAH
A.    Apapengertiankurikulum ?
B.     Apasajaprinsip-prinsipkurikulum?
C.     Apasajaciri-cicrikurikulum ?
D.    Apa saja kurikulum pendidikan islam di Indonesia ?

C.    TUJUAN MASALAH
A.    Mengetahui apa yang dimaksud dengan kurikulum
B.     Dapat mengetahui prinsip-prinsip kurikulum
C.     Dapat memahami ciri-ciri kurikulum
D.    Dapat mengetahui kurikulum pendidikan islam di indonesia


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kurikulum
            Istilah kurikulum pada awal mulanya digunakan dalam dunia olah raga pada zaman yunani kuno. Kurikulum berasal dari curriculum dari kata currir artinya pelari dan curure artinya tempat berpacu. Jadi, kurikulum diartikan jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Dari makna yang terkandung dari kata tersebut, kurikulum secara sederhana dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh, diselesaikan anakdidik untuk memperoleh ijazah.Dan pada permulaannya istilah kurikulum sering digunakan dalam istilah olahraga. Namun pada tahun 1955 mulai digunakan dalam bidang pendidikan (Muhaimin, 2005:1). Sedangkan pengertian kurikulum atau dalam Bahasa Arab disebut manhaj menurut Muhammad Ali al-Khouly adalah seperangkat perencanaan untuk mengantarkan lembaga pendidikan dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang diinginkan[1].
Pandangan yang menyatakan kurikulum adalah rencana pelajaran disuatu sekolah yang sering dikenal sebagai pandangan lama atau tradisional. Dengan pandangan tersebut seolah- olah belajar disekolah hanya sekedar membaca buku-buku teks yang sudah ditentukansebagai sumber bahan pelajaran. Kurikulum menurut pandangan ini membagi kegiatan belajar kedalam kegiatan kurikulum (intra curricular). Kegiatan penyertaan kurikulum (co- curriculum) dan di luar kegiatan kurikulum (ekstrakurikuler). Sedangkan  menurut  pandangan baru atau modern,  kurikulum  tidak  hanya  sekedar rencana pelajaran. Kurikulum diartikan sebagai sesuatu yang nyata yang terjadi dalam proses pendidikan di sekolah, baik dalam kelas, diluar kelas, dalam pergaulam mereka, olahraga, pramuka dan sebagainya yang diorganisir oleh sekolah. Semua pengalaman tersebut menurut pandangan baru dianggap sebagai kurikulum (Mahmud & Tedi Priatna,2005:135-137). Kurikulum ialah program untuk mencapai tujuan. Sebagus apapun rumusan tujuan jika tidak dilengkapi dengan program yang tepat maka tujuan itu tidak akan tercapai. Kurikulum itu laksana jalan yang dilalui dalam menuju tujuan. Esensi kurikulum ialah program. Bahkan kurikulum ialah program. Kata ini memang terkenal dalam ilmu pendidikan. Program apa? Kurikulum ialah program dalam mencapai tujuan pendidikan. Pada  umumnya  isi  kurikulum ialah  nama-nama  mata  pelajaran  beserta  silabinya  atau pokok bahasan. Tetapi sebenarnya kurikulum tidak harus berupa nama mata pelajaran. Ia dapat saja berupa nama kegiatan. Contoh nama mata pelajaran: Matematika, Biologi, Agama Islam. Contoh kegiatan: Mengelas kuningan, Memperbaiki mesin diesel, Bertanam singkong. Jika kurikulum itu berorientasi kompetensi maka anda akan menerimanya. Sekalipun isi kurikulum dapat bermacam-macam namun isi kurikulum tetap saja berupa program dalam mencapai tujuan pendidikan. Hal penting pertama yang harus diperhatikan ialah kurikulum itu ditentukan oleh tujuan pendidikan yang hendak dicapai (A. Tafsir, 2006:98-99).Sedangkan menurut Alice Meil sebagaimana dikutip oleh Haidar Putra Daulay (1946:34) dalam bukunya Changing the Curriculum a Social Process, kurikulum itu meliputi keadaan gedung, suasana sekolah, keinginan, keyakinan, pengetahuan dan sikap orang yang meladeni dan di ladeni sekolah, yakni anak didik, masyarakat, para pendidik, dan personalia[2].
Menurut Abdul Mujib (2006:122). memaknai kurikulum sebagai perangkat perencanaan dan media untuk menghantarkan lembaga pendidikan dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang diinginkan. Sedangkan Ramayulis (2006:150) mengutip Crow dan Crow mendefinisikan kurikulum sebagai rancangan pengajaran atau sejumlah mata pelajaran yang disusun secara sistematis untuk menyelesaikan suatu program untuk memperolehlegalitas dari suatu lembaga yaitu ijazah.Ahmad Tafsir (2006:99) lebih jauh mengatakan pengertian kurikulum sebagai program dalam mencapai tujuan pendidikan. Lebih lanjut beliau mengatakan pada umumnya isi kurikulum adalah nama-nama pelajaran beserta silabinya atau pokok bahasan. Kurikulum juga mencakup nama-nama kegiatan (kegiatan ekstrakulikuler)[3].
Abuddin Nata (2005:175) mengatakan secara harfiah kurikulum berasal dari bahasa Latin, curriculum yang bermakna bahan pelajaran. Sedangkan dalam bahasa Prancis courier yang bermakna berlari. Kata kurikulum kemudian diadopsi menjadi bahasa Indonesia dan menjadi istilah yang digunakan untuk menunjukan pada sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai suatu gelar atau untuk memperoleh ijazah. Kata ini juga dapat bermakna sejumlah mata pelajaran yang disiapkan berdasarkan rancangan yang sistematis dan koordinatif dalam rangkan mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan..
Berdasarkan pengertian di atas, kurikulum merupakan bagian dari satuan pendidikan yang terbentuk sistematis dan terstruktur dalam sistem pendidikan. Kurikulum berbentuk mata pelajaran atau kegiatan ekstrakurikuler yang sistematis, legalitas akademis dalam bentuk ijazah akan diberikan kepada peserta didik setelah ia menyelesaikan program akademis[4].
B. Prinsip – Prinsip Pendidikan Islam
Menurut Umar Muhammad At-Taumi Asy-Syaibani prinsip-prinsip dasar yang harus yang harus dijadikan pegangan pada waktu penyusunan kurikulum ada 7 macam, yaittu :
a.       Prinsip pertama
Prinsip pertama adalah pertautan yang sempurna dengan agama, termasuk ajaran dan nilainya. Jadi apa pun yang berkaitan dengan kurikulum entah itu cara mendidik, tujuan pendidikan atau pun yang berkaitan dengan pendidikan maka harus berdasarkan pada agama dan akhlak islam.
b.      Prinsip kedua
Prinsip kedua adalah prinsip menyeluruh (universal) pada tujuan dan kandungan kurikulum. Yakni mencangkup tujuan membangun akidah, akal, dan jasmaninya, dan hal yang bermanfaat bagi masyarakat dalam perkembangan spiritual, kebudayaan, sosial, ekonomi, politik termasuk ilmu-ilmu agama, bahasa, kemanusiaan, fisik, praktis, profesional, seni rupa dan sebagainya.
c.       Prinsip ketiga
Prinsip ketiga adalah keseimbangan yang relatif antara tujuan dan kandungan kurikulum. Kalau ia memberi perhatian besar aspek spiritual dan ilmu syariat, tidaklah ia membolehkan aspek spiritual itu melampaui aspek penting yang lain dalam kehidupan, juga tidak boleh ilmu syariat melampaui ilmu, seni dan kegiatan lain yang tidak dapat tidak harus diadakan untuk individu dan masyarakat. Oleh sebab agama islam yang menjadi sumber ilham kurikulum dalam menciptakan filsafah dan tujuannya, menekankan kepentingan dunia dan akhirat dan mengakui pentingnya jasmani akal dan jiwa dan kebutuhan tiap segi ini. Oleh sebab itu ia meminta kaum muslimin memilih jalan tengah, keseimbangan dan kesederhanaan dalam segala sesuatu.
d.      Prinsip keempat
Prinsip keempat adalah berkaitan dengan bakat, minat, kemampuan dan kebutuhan pelajar begitu juga dengan alam sekitar fisik dan sosial dimana pelajar itu hidup dan berinteraksi untuk memperoleh pengetahuan, kemahiran pengalaman dan sikapnya. Dengan demikian maka kurikulum yang dibuat dapat mengetahui bakat, minat kemampuan dan apa yang dibutuhkan oleh pelajar sehingga pelajar dapat menyesuaikan di alam sekitarnya dengan baik.
e.       Prinsip kelima
Prinsip kelima adalah pemeliharaan perbedaan individual diantara pelajar dalam bakat, minat kemampuan, kebutuhan dan masalahnya dan juga memelihara perbedaan dan kelainan alam sekitar dan masyarakat.Dalam hal perbedaan antara pelajar yang satu dengan yang lain itu berbeda bahkan dalam masyarakat pun juga berbeda maka kurikulum ini harus mampu mempertahankan perbedaan tersebut sehingga pelajar dapat saling melengkapi antara bakat, minat, dan kemampuan.
f.       Prinsip keenam
Prinsip keenam adalah prinsip menerima perkembangan dan perubahan islam yang bersumber mengambil falsafah, prinsip, dasar kurikulum metode mengajar pendidik islam mencela keras sifat meniru secara membabi buta dan membeku pada yang kuno yang diwarisi  dan mengikuti tanpa selidik. Berdasarkan perkembangan zaman pelajar  dapat menerima perubahan kurikulum yang menyesuaikan tempat, dan larangan terpaku pada apa yang diwariskan sebelumnya, sehingga perlu adanya penyelidikan perkembangan, perubahan dan masa lalu.
g.      Prinsip ketujuh
Prinsip ketujuh adalah prinsip peraturan antara mata pelajaran, pengalaman, dan aktivitas yang terkandung dalam kurikulum.Begitujuga dengan perkembangan yang logis yang tidak melupakan kebutuhan, bakat dan minat murid[5].

Prof. H.M. Arifin MED., mengemukakan bahwa prinsip-prinsip yang harus diperhatikan pada waktu menyusun kurikulum mencakup 4 macam, yaitu :
a.       Kurikulum pendidikan yang sejalan dengan identitas islami adalah kurikulum yang mengandung materi (bahan) ilmu pengetahuan yang mampu berfungsi sebagai alat untuk tujuan islami.
b.      Untuk berfungsi sebagai alat yang efektif mencapai tujuan tersebut, kurikulum harus mengandung tata nilai islami yang istrinsik dan ekstrinsik mampu merealisasikan tujuan pendidikan islam.
c.       Kurikulum yang bercirikan islami itu diproses melalui metode yang sesuai dengan silai yang terkandung didalam tujuan pendidikan islam.
Antara kurikulum, metode dan tujuan pendidikan islam harus saling berkaitan dan saling menjiwai dalam proses menccapai produk yang bercita-citakan menurut ajaran islam.[6]
C. Ciri – Ciri Kurikulum Pendidikan Islam
Kurikulum pendidikan Islam pasti tidak terlepas dari asas atau dasar islam itu sendiri yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadis. Maka ciri utama dari kurikulum pendidikan islam yang bisa diketahui adalah Al-Qur’an dan Hadis. Omar Mohammad al-Toumy al-Syaibany menyebutkan lima ciri kurikulum pendidikan islam. Kelima ciri-ciri tersebut dapat disebutkan sebagai berikut :
1.      Menonjolkan tujuan agama dan akhlak pada berbagai tujuan-tujuannya dan kandungan kandungannya, metode-metode, alat-alatnya bercorak agama.
2.      Meluas cakupannya dan menyeluruh kandunganny. Yaitu kurikulum yang betul-betul mencerminkan semangat, pemikiran dan ajaran yang menyeluruh. Disamping itu, ia juga ia juga luas dalam perhatiannya. Ia memperhatikan pengembangan dan bimbingan terhadap segala aspek pribadi pelajar dari segi intelektual, psikologis, sosial dan spiritual.
3.      Bersikap seimbang diantara berbagai segala ilmu yang dikandung dalam kurikulum yang akan digunakan. Selain itu juga seimbang diantara pengetahuan yang berguna bagi pengembangan individual dan pengembangan sosial.
4.      Bersikap menyeluruh dan menata seluruh mata pelajaran yang diperlukan oleh anak didik.
5.      Kurikulum yang disusun disesuaikan dengan minat dan bakat anak didik.
Beberapa ciri-ciri kurikulum pendidikan islam yang telah disebutkan diatas, dapat disimpulkan kurikulum pendidikan islam menekankan aspek spiritual tinggi dan akhlak yang mulia[7].
D. Kurikulum P endidikan Islam di Indonesia
            Pendidikan islam formal di Indonesia secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua buah yaitu : sistem madrasah dan sistem pondok pesantren. Sistem madrasah sendiri itu ada 3 macam ( Madrasah Diniyah, Madrasah dan Al-Jamiah). Adapun penjelasannya sebagai berikut:
a. Madrasah Diniyah
Madrasah diniyah dapat diartikan sebagai lembaga pendidikan keagamaan pada jalur luar sekolah dan lembaga tersebut diharapkan mampu secara terus menerus memberikan pendidikan agama islam kepada anak didik yang tidak terpenuhi pada jalur sekolah yang diberikan melalui sistem klasikal dengan tingkatan jenjang pendidikan madrasah diniyah awaliyah, madrasah diniyah wastha, madrasah diniyah ulya.
a)      Madrasah diniyah alawiyah yaitu lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran agama islam tingkat permulaan, masa belajar 4 tahun.
b)      Madrasah diniyah wastha ialah lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran agama islam tingkat lanjutan pertama, lama belajarnya dua tahun
c)      Madrasah diniyah ulya lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran agama islam tingkat lanjutan atas, masa belajar  tahun.
Madrasah diniyah adalah salah satu bentuk madrasah yang hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama (diniyah). Madrasah ini dibentuk dengan Keputusan Mentri Agama Tahun 1964, materi yang diajarkan seluruhnya adalah ilmu-ilmu agama. Madrasah ini merupakan sekolah tambahan bagi siswa yang bersekolah disekolah umum[8].
Dengan meninjau secara pertumbuhan dan banyaknya aktifitas yang diselenggarakan madrasah diniyah, maka dapat dikatakan ciri-ciri ekstrakulikuler madrasah diniyah adalah sebagai berikut
1.      Madrasah diniyah adalah pelengkap dari pendidikan formal.
2.      Madrasah diniyah merupakan spesifikasi sesuai dengan kebutuhan dan tidak memerlukan syarat yang ketat serta dapat diselenggarakan dimana saja’
3.      Madrasah diniyah tidak dibagi atas jenjang atau kelas-kelas secara ketat.
4.      Madrasah diniyah dalam materinya bersifat praktis dan khusus.
5.      Madrasah diniyah waktunya relatif singkat dan warga didiknya tidak harus sama.
Tujuan pendidikan madrasah diniyah adalah sebagai berikut :
a)      Memberikan bekal kemampuan dasar kepada warga belajar untuk mengembangkan kehidupan sebagai : 
1.      Warga muslim yang beriman, bertaqwa dan beramal sholeh serta berakhlak mulia,
2.      Warga negara yang berkepribadian, percaya pada diri sendiri, serta sehat jasmani dan rohani,
b)      Membina warga belajar agar memiliki pengalaman, pengetahuan, keterampilan beribadah dan sikap terpuji yang berguna bagi pengembangan pribadinya.
c)      Mempersiapkan warga belajar untuk dapat mengikuti pendidikan agama islam pada Diniyah Taklimiyah Wustha[9].
Lembaga pendidikan ini didirikan dengan tujuan utamanya untuk menutupi kebutuhan anak-anak usia sekolah dasar yang merasa kekurangan pendidikan dan pengajaran agama islam sewaktu ia duduk dibangku sekolah. Sehubungan dengan itu maka maka mata pelajaran yang diberikan dimadrasah ini adalah
a)      Al-Qur’an, tafsir dan ilmu tafsir, tajwid
b)      Hadis, ilmu hadis
c)      Tauhid/ akidah
d)     Fiqh, ushul fiqh
e)      Tarih
f)       Bahasa Arab
g)      Akhlaq
Jenis mata pelajaran yang diajarkan di masing-masing tingkatan itu sama, sedangkan perbedaannya terletak pada keleluasan dan kedalaman referensi yang digunakan[10].
 b. Madrasah
            Madrasah ini terdiri dari 3 tingkat, yaitu :
1)      Madrasah Ibtidaiyah, setingkat dengan Sekolah Dasar. Masa belajarnya 6 tahun
2)      Madrasah Tsanawiyah, setingkat dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Masa belajarnya 3 tahun.
3)      Madrasah Aliyah, setingkat dengan Sekolah Menengah Umum. Masa belajarnya 3 tahun.
Kurikulum untuk masing-masing tingkat adalah sebagi berikut:
1)      Madrasah Ibtidaiyah
Madrasah ini menggunakan sistem caturwulan sebagai satuan waktu. Di samping sistem guru kelas, dapat pula dilaksanakan sistem guru bidang studi yaitu meliputi :
a)      Aqidah Akhlak
b)      Al-Quran-hadis
c)      Ibadah Syariah
d)     Sejarah islam
e)      Bahasa arab
f)       Pendidikan pancasila dan kewarganegaraan
g)      Bahasa indonesia
h)      Ilmu pengetahuan sosial
i)        Matematika
j)        Ilmu pengetahuan alam
k)      Olahraga-kesehatan
l)        Keterampilan
Pendidikan Kesejahteraan Keluarga dan Kependidikan Kependudukan diintegrasikan ke dalam beberapa bidang studi yang relevan. Bahasa daerah merupakan bagian dari bidang studi bahasa indonesia, ini dikhususkan bagi madrasah yang memerlukan pelajaran bahasa daerah dan disediakan waktu 2 jam pelajaran seminggu mulai dari kelas I sampai kelas VI[11].
2)      Madrasah Tsanawiyah
Madrasah ini melakasanakan pendidikan sistem kelas dan sistem caturwulan sebagai satu waktu. Di samping itu Madrasah ini dalam pengajarannya mengginakan guru dalam sistem bidang studi dengan waktu setiap jam pelajarannya 45 menit. Sedangkan program pendidikannya tersusun dari 3 komponen, yaitu:
Program umum meliputi:
a)      Aqidah akhlak
b)      Al-Quran-hadis
c)      Syariah
d)     Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
e)      Olahraga-kesehatan
Program akedemis meliputi:
a)      Sejarah Islam
b)      Bahasa Arab
c)      Bahasa Indonesia
d)     Bahasa Daerah
e)      Bahasa Inggris
f)       Ilmu Pengetahuan Sosial
g)      Matematika
h)      Ilmu Pengetahuan Alam
Program Keterampilan meliputi:
a)      Keterampilan Keagamaan
b)      Agraria
c)      Industri
d)     Perekonomian
e)      Maritim
f)       Kerajinan
g)      Perikanan
Pendidikan kependudukan diintegrasikan ke dalam bidang studi yang relevan.
Jumlah jam pelajaran setiap minggu 43 jam pelajaran dengan ketentuan bagi kelas yang  memberikan bahasa daerah jam pelajaran setiap minggu 45 jam pelajaran[12]
3)      Madrasah Aliyah
Madrasah ini menggunakan sistem kelas dan sistem caturwulan sebagai satuan waktu. Di samping itu Madrasah Aliyah menggunakan sistem guru bidang studi, setiap jam pelajaran disediakan waktu 45 menit.
Madrasah Aliyah terdiri atas 5 jurusan yaitu:
a)      Jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
b)      Jurusan IPS (Ilmu Penegtahuan Sosial)
c)      Jurusan Bahasa
d)     Jurusan Agama/Syariah
e)      Jurusan Peradilan Agama/Qada
Seperti pada Madrasah Tsanawiyah, program pendidikan pada Aliyah tersusun pula atas program umum, program akademis, dan program keterampilan.
Program umum meliputi
a)      Aqidah-Ilmu Tauhid
b)      Syariah
c)      Pendidikan Pancasiala dan Kewarganegaraan
d)     Olahraga – Kesehatan
Program akademis,. masing-masing bidang studi disusun berbeda menurut jurusannya.
a)      Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam
(1) Sejarah Kebudayaan Islam
(2) Bahasa Arab
(3) Matematika
(4) Bahasa Indonesia
(5) Bahasa Inggris
(6) Ilmu Pengetahuan Alam
(7) Ilmu Pengetahuan Sosial
(8) Fisika
(9) Kimia
(10) Biologi
b)      Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial
(1) Sejarah Kebudayaan Islam
(2) Bahasa Arab
(3) Matematika
(4) Bahasa Indonesia
(5) Bahasa Inggris
(6) Ilmu Pengetahuan Alam
(7) Ilmu Pengetahuan Sosial
(8) Tata Boga
(9) Ekonomi Koperasi
(10) Sejarah
(11) Geografi Antropologi
c)      Jurusan Bahasa
(1) Sejarah Kebudayaan Islam
(2) Bahasa Arab
(3) Matematika
(4) Bahasa Indonesia
(5) IPA
(6) Bahasa Inggris
(7) IPS
(8) Bahasa Asing
(9) Sejarah
(10) Geografi/Antropologi
(11) Bahasa Daerah
(12) Menggambar
(13) Ekonomi
(14) Koperasi
d)     Jurusan Agama Syariah
(1) Sejarah Kebudayaan islam)
(2) Bahasa Arab
(3) Matematika
(4) Bahasa Indonesia
(5) Bahasa Inggris
(6) IPS
(7) Tata Buku/Hitung Dagang
(8) Ekonomi/Koperasi
(9) sejarah
(10) Geografi/Antropologi
(11) Tafsir/Ilmu Tafsir
(12) Hadis/Ilmu Hadis
(13) Fiqih/ Ushul Fiqh
(14) Tarih Tasyri’
e)      Jurusan Peradilan Agama/Qada
(1) Sejarah Kebudayaan Islam
(2) Falsafah Keislaman
(3) Perbandingan Agama
(4) Matematika
(5) Bahasa Indonesia
(6) Bahasa Arab
(7) Bahasa Inggris
(8) IPA
(9) IPS
(10) Administrasi
(11) Pengantar Ilmu Hukum
(12) Hukum Relation
(13) Hukum Pidana
(14) Hukum Perdata
(15) Hukum Acara
(16) Hukum Adat
(17) Fiqih – Ushul Fiqh – Mantiq
(18) Tafsir
(19) Hadis
(20) Tarih Tasyrik
(21) Menggambar
(22) Ekonomi
            Program keterampilan terdiri atas :
a)      Keterampilan Keagamaan
·         Memimpin dan menyelenggarakan upacara keagamaan/hari besar islam
·         Memimpin usaha memakmurkan masjid dan tempat sholat
·         Memimpin pelaksanaan ibadah sosial
b)      Agraria
c)      Teknik
d)     Maritim
e)      Jasa
f)       Kerajinan
Pendidikan Kewarganegaraan diintregasikan ke dalam bidang studi yang ada hubungannya, sedangkan jumlah pelajaran yang disediakan pada setiap minggu adalah 44 jam pelajaran.
            Sejak tahun 1984 jurusan-jurusan diadakan perubahan :
a)      Jurusan Fisika
b)      Jurusan Ilmu Agama
c)      Jurusan Biologi
d)     Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial
e)      Jurusan budaya
Kurikulum Madarasah Aliyah tahun 1984 terdiri dari 2 jenis program, yaitu program inti dan program pilihan. Secara rinci program itu adalah sebagai berikut :
a)      Program inti
Pendidikan Agama
(a) Quran – Hadis
(b) Aqidah Akhlaq
(c) Fiqih
(d) Sejarah dan Peradaban Islam
(e) Bahasa Arab
Pendidikan Dasar Umum
(a) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
(b) Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa
(c) Bahasa dan Sastra Indonesia
(d) Sejarah Nasional dan Sejarah Dunia
(e) Ekonomi
(f) Geografi
(g) Biologi
(h) Fisika
(i) Kimia
(j) Matematika
(k) Bahasa Inggris
(l) Pendidikan Olahraga dan Kesehatan
(m) Pendidikan Seni
b)      Program Pilihan
Didalamnya berisi Pendidikan Keilmuan yang akan dikembangkan oleh masing – masing jurusan
Jurusan Fisika, meliputi 5 macam ilmu
(a) Matematika
(b) Biologi
(c) Kimia
(d) Fisika
(e) Bahasa Inggris
Jurusan Ilmu Agama meliputi 8 macam ilmu yaitu :
(a) Tafsir – ilmu tafsir
(b) Hadis
(c) Ushul Fiqih
(d) Tarih Tasyrik
(e) Ilmu Kalam
(f) Sejarah Agama
(g) Bahasa Inggris
(i) Matematika
Jurusan Biologi, meliputi 5 macam ilmu
(a) Matematika
(b) Biologi
(c) Fisika
(d) Kimia
(e) Bahasa Inggris
Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, meliputi 6 macam ilmu yaitu:
(a) Ekonomi
(b) Sosiologi dan Antropologi
(c) Tata Negara
(d) Matematika
(e) Bahasa asing lain
(f) Bahasa Inggris
Jurusan Budaya, meliputi 6 macam ilmu yaitu :
(a) Sejarah Budaya
(b) Sastra
(c) Sosiologi dan Antropologi
(d) Bahasa Inggris
(e) Bahasa Daerah / bahasa asing lainnya
(f) Matematika[13]
c. Al-Jamiah Al Islamiyah
            Mengenai kurikulum Al jamiah al islamiyah ini sebagai contoh dikemukakan kurikulum IAIN (Institut Agama Islam Negri).
IAIN merupakan lembaga pendidikan islam tinggi negri di bawah pengelolaan departemen agama republik indonesia IAIN memiliki 5 fakultas, yaitu :
·                     Fakultas dakwah
·                     Fakultas syariah
·                     Fakultas tarbiyah
·                     Fakultas ushuluddin
·                     Fakultas adab
Adapun struktur kurikulum inti dalam ketentuan yang berlaku ada 3 macam,
1.                  MKU   : Mata Kuliuah Umum
2.                  MKDK: Mata Kuliah Dasar Keahlian
3.                  MKK   :Mata Kuliah Keahliab, yaitu sesuai dengan jurusan dengan bidang studi masing-masing.
Disamping itu telah ditetapkan pula adanya kurikulum lokal yang dikembangkan oleh masing-masing IAIN bahkan fakultas di lingkungan IAIN. Keberadaan kurikulum lokal ini didasarkan atas surat edaran dirjen bimbang islam no. E III/PP.009/ED/AZ/371/95 tentang penyusunan kurikulum lokal masing-masing IAIN[14].
d. Pondok Pesantren
            Sedangkan mengenai pondok pesantren, penyelenggaraan pendidikannya tidak menggunakan sistem kelas seperti halnya madrasah, melainkan berorientasi kepada ilmu dan kitab yang dibahas oleh santri tersebut. Apabila seorang santri telah selesai membahas suatu ilmu dari suatu kitab tertentu, maka ia beralih kepada kitab lain dalam ilmu tersebut, tetapi lebih tinggi tingkatnya. Apabila kitab ini pun selesai dipelajarinya, berpindah pula kepada kitab lain yang lebih tinggi tingkatnya, begitu seterusnya sehingga ia mencapai kepada kitab yang tertinggi. Sistem seperti ini digunakan pada cabang-cabang ilmu agama dan dengan jenis-jenis kitabnya.
Selanjutnya denga adanya ide pembaharuan dari Departemen Agama RI, sejak tahun 1980 diadakanlah perbaikan sistem pendidikan dan penambahan mata pelajaran yang harus dipahami santri.
            Pesantren di bina menjadi 3 tipe, yaitu:
1.      Perintisan
2.      Pengembangan Kejuruan Lingkungan
3.      Pengembangan Kejuruan Komprehensif
Di antara mata pelajaran keterampilan yang diberikan di Pondok Pesantren tipe Pengembangan Kejuruan Komprehensif ialah :
1.      Kejuruan Dari Elektronika
2.      Kejuruan PKK, Penjahitan, dan Perajutan
3.      Kejuruan Kerajinan dan Pertukangan
4.      Kejuruan Perbengkelan
5.      Kejuruan Fotografi, Kesenian dan Olahraga
6.      Kejuruan Pertanian ( pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan)
7.      Kejurauan organisasi, administrasi, management dan perkoperasian
8.      Kepramukaan[15]




BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kurikulum merupakan bagian dari satuan pendidikan yang terbentuk sistematis dan terstruktur dalam sistem pendidikan. Kurikulum berbentuk mata pelajaran atau kegiatan ekstrakurikuler yang sistematis, legalitas akademis dalam bentuk ijazah akan diberikan kepada peserta didik setelah ia menyelesaikan program akademis.
            Adapun prinsip – prinsip kurikulum pendidikan islam
a.       Prinsip pertama
Prinsip pertama adalah pertautan yang sempurna dengan agama, termasuk ajaran dan nilainya.
b.      Prinsip kedua
Prinsip kedua adalah prinsip menyeluruh (universal) pada tujuan dan kandungan kurikulum.
c.       Prinsip ketiga
Prinsip ketiga adalah keseimbangan yang relatif antara tujuan dan kandungan kurikulum.
d.      Prinsip keempat
Prinsip keempat adalah berkaitan dengan bakat, minat, kemampuan dan kebutuhan pelajar begitu juga dengan alam sekitar fisik dan sosial dimana pelajar itu hidup dan berinteraksi untuk memperoleh pengetahuan, kemahiran pengalaman dan sikapnya.
e.       Prinsip kelima
Prinsip kelima adalah pemeliharaan perbedaan individual diantara pelajar dalam bakat, minat kemampuan, kebutuhan dan masalahnya dan juga memelihara perbedaan dan kelainan alam sekitar dan masyarakat..
f.       Prinsip keenam
Prinsip keenam adalah prinsip menerima perkembangan dan perubahan islam yang bersumber mengambil falsafah, prinsip, dasar kurikulum metode mengajar pendidik islam mencela keras sifat meniru secara membabi buta dan membeku pada yang kuno yang diwarisi  dan mengikuti tanpa selidik..
g.      Prinsip ketujuh
Prinsip ketujuh adalah prinsip peraturan antara mata pelajaran, pengalaman, dan aktivitas yang terkandung dalam kurikulum.
Ciri – ciri kurikulum pendidikan islam :
1.      Menonjolkan tujuan agama dan akhlak pada berbagai tujuan-tujuannya dan kandungan kandungannya, metode-metode, alat-alatnya bercorak agama.
2.      Meluas cakupannya dan menyeluruh kandungannya..
3.      Bersikap seimbang diantara berbagai segala ilmu yang dikandung dalam kurikulum yang akan digunakan..
4.      Bersikap menyeluruh dan menata seluruh mata pelajaran yang diperlukan oleh anak didik.
5.      Kurikulum yang disusun disesuaikan dengan minat dan bakat anak didik.
Pendidikan islam formal di Indonesia secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua buah yaitu : sistem madrasah dan sistem pondok pesantren. Sistem madrasah sendiri itu ada 3 macam ( Madrasah Diniyah, Madrasah dan Al-Jamiah).
B. Saran
            Mengenai makalah yang kami buat ini yang menjadi bahasan dalam makalah ini tentunya banyak kekurangan dan kelemahan karena terbatasnya pengetahuan, kurangnya rujukan atau referensi yang kami peroleh hubungannya dengan makalah ini. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca, kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas.
DAFTAR  PUSTAKA

Tafsir, Ahmad.2012. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung : PT REMAJA ROSDA KARYA
Suharto, Toto. 2011. Filsafat Pendidikan Islam. Yogjakarta : AR – RUZZ MEDIA
Uhbiyati, Nur. 2005. ILMU PENDIDIKAN ISLAM (IPI). Bandung : CV PUSTAKA SETIA
Hermawan, Heris.2012. FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM. Jakarta : UD Ruang Desain



[1]Prof. Dr. Ahmad Tafsir. Filsafat Pendidikan Islam.hal : 99
[2] Heris Hermawan. FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM.hal : 224
[3] Heris Hermawan. FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM.hal : 226
[4]Ibid hal : 228
[5] Dra. Hj. Nur Uhbiyati. ILMU PENDIDIKAN ISLAM (IPI). Hal : 163
[6]Ibid hal : 164
[7]Toto Suharto. Filsafat Pendidikan Islam. hal : 129
[8]Dra. Hj. Nur Uhbiyati. ILMU PENDIDIKAN ISLAM (IPI). Hal : 179

[10]Dra. Hj. Nur Uhbiyati. ILMU PENDIDIKAN ISLAM (IPI). Hal : 180
[11] Dra. Hj. Nur Uhbiyati. ILMU PENDIDIKAN ISLAM (IPI). Hal : 181
[12] Dra. Hj. Nur Uhbiyati. ILMU PENDIDIKAN ISLAM (IPI). Hal : 182
[13] Ibid hal 188
[14] Ibid hal 189
[15] Ibid hal 192

Mendisiplinkan Diri Sendiri

"Betapa pun berbakatnya seorang
pemimpin, ia tidak akan mencapai
potensi maksimalnya jika tidak
disiplin" - John C. Maxwell


Jalan menuju puncak tidaklah mudah.
Tidak banyak orang yang berhasil
mencapai posisi terbaik dalam sebuah
pekerjaan. Bahkan yang  dianggap
terbaik malah jauh lebih sedikit.
Tak seorang pun bisa meraih prestasi
dan mempertahankannya tanpa disiplin.
Disiplin menempatkan seorang ke
tingkat tertinggi dan membuat
prestasinya bertahan lama.
Untuk mengembangkan gaya hidup
disiplin, salah satu caranya adalah
hilangkan kecenderungan membuat
alasan. Jika Anda selalu punya banyak
alasan mengapa Anda tidak bisa
disiplin, sadarilah bahwa itu
hanyalah suatu pembenaran diri.
Jika sekarang Anda kurang
berdisiplin, mungkin selama ini Anda
terbiasa menikmati makanan pencuci
mulut sebelum memakan nasinya,
menikmati imbalan sebelum
pekerjaannya selesai.
fokuslah pada hasil akhir.
Setiap kali Anda berkonsentrasi pada
kesulitan pekerjaan, bukan pada
hasil, Anda akan cenderung putus asa.
Jika berkutat pada hal itu terlalu
lama, Anda akan menumbuhkan sifat
mengasihani diri sendiri, bukan
kebiasaan disiplin. Pikirkan
keuntungan dari melakukan pekerjaan
itu, dan kerjakan saja.
Jika Anda tahu Anda berbakat, dan
Anda telah berusaha keras, namun
hanya memperoleh sedikit hasil nyata,
Anda mungkin kurang disiplin.
Perhatikan jadwal Anda minggu lalu,
adakah yang meleset dari
target-target Anda? Jika Anda
menunda-nunda dan berniat
melakukannya nanti, Anda mungkin
perlu membenahi disiplin Anda.

Penolakan Bukan Akhir dari Segalanya

Jika Anda sedang menghadapi
penolakan:  lamaran pekerjaan yang
ditolak, cinta yang ditolak, ide yang
ditolak, bacalah dulu kisah singkat
orang-orang di bawah ini. Orang-orang
ini membuktikan, penolakan hanyalah
bagian dari sebuah perjalanan
kesuksesan:
  •   Ide mesin fotokopi Xerox pernah
       ditolak oleh 20 perusahaan. Baru
       setelah 7 tahun penolakan itu, mesin
       fotokopi ini bisa diterima.
  •   Alexander Graham Bell disuruh
       seorang bankir untuk menyingkirkan
      'mainan itu'. Sang bankir menolak
       membeli 'mainan itu' dengan alasan
       tidak membutuhkannya. 'Mainan itu'
       adalah telepon.
  •   Sebanyak 33 penerbit telah menolak
       manuskrip Chicken Soup For The Soul.
       Para editornya percaya, kisah nyata
       pendek yang disusun oleh Jack
       Canfield dan Mark Victor Hansen ini
       tidak menjual. Kini, buku tersebut
       telah terjual lebih dari 100 juta
       kopi di seluruh dunia dan diterbitkan
       dalam 54 bahasa.
  •   Sebuah organisasi yang terdiri dari
       para ahli mengatakan usaha Thomas
       Alfa Edison dalam menciptakan lampu
       listrik sebagai praktik ilmu
       pengetahuan yang sia-sia dan  tak ada
       gunanya mendapatkan perhatian.   
  •   Ide cerita Star Wars karya George
       Lucas pernah ditolak oleh
       studio-studio film ternama Hollywood
       dan setiap jaringan televisi Amerika
       Serikat. Tetapi kini film tersebut
       tercatat sebagai salah satu film
       terlaris sepanjang masa dengan
       perolehan total sebesar $4.45 miliar.
       Belum lagi penghasilan dari penjualan
       merchandise-nya.
  • temanku yang teguh hatinya,
    penolakan bukanlah akhir segalanya.
    Teruslah melangkah dan berjuang
    dengan keyakinan.

    Kamis, 28 April 2016

    Bila Ujian Melanda Diri

    Firman Allah Ta’ala yang bermaksud :
     Patutkah manusia menyangka Bahawa mereka akan dibiarkan Dengan hanya berkata: “Kami beriman”, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)?. Al Ankabuut 2.

    Setiap manusia yang Allah cipta sentiasa akan diberi musibah, ujian atau masalah hidup didunia yang sementara ini. Tipu jika seseorang itu berkata yang dia tidak pernah ditimpa musibah. Setiap orang ada masalahnya tersendiri, Allah uji dengan berbagai-bagai ujian tetapi sebabnya adalah sama. Allah menguji seseorang itu kerana Allah swt mempunyai rahsianya tersendiri, sama ada Allah hendak tambah iman kita atau hendak uji sejauh mana keimanan kita. Dan kerana sesuatu ujian itulah yang membuka mata hati kita, yang mendidik kita supaya jangan mudah putus asa dalam kehidupan yang bagaikan bahtera dilautan yang penuh dengan onak duri, ujian juga dapat mematangkan kita.

    Kadang-kadang kita tertanya-tanya, mempersoalkan kepada Allah swt kenapa kita diberi ujian yang berat sebegitu sekali sehingga kita terlupa pada siapa yang perlu kita mengadu segala masalah kita, pada siapa kita harus minta kembali kekuatan kita. Astagfirullah, lemahnya dan rendahnya iman kita. Tidak redha dalam menghadapi ujian yang Allah beri terhadap kita. Jika kita anggap diri kita ditimpa musibah yang besar kita hendaklah ingat bukan kita sahaja yang mengalaminya, mungkin ada sahabat-sahabat kita atau saudara seakidah kita yang lain menghadapi musibah yang sama bahkan lebih teruk atau lebih besar dari kita.

    Allah tahu kita kuat dalam menghadapi ujianNya jadi Allah berikan ujian itu ke atas diri kita. Di sini kita dapat lihat betapa sayang dan kasihnya Allah kepada kita sebagai hambaNya.
    Firman Allah Taala yang bermaksud :
    Allah tidak akan sekali-kali menguji hambaNya diluar kemampuan hambaNya. Al Baqarah 286.

    Allah menguji seseorang bukan kerana Allah benci kepada kita tetapi percayalah yang Allah sangat kasih kepada kita. Cuma kita sebagai hambaNya tidak pernah hendak bersabar dalam menghadapi ujianNya. Pasti Allah telah aturkan yang terbaik buat kita kerana setiap yang berlaku ada hikmahnya. Alihkan pandangan matamu ke arah LAUT, airnya cantik membiru dan penuh dengan ketenangan. Tetapi hanya Allah sahaja yang mengetahui rahsia di dalamnya. Begitu juga dengan kehidupan manusia, riang dan ketawa tetapi hanya Allah yang mengetahui rahsia kehidupannya.

    Jika rasa kecewa, alihkan pandanganmu ke arah SUNGAI, airnya tetap mengalir biarpun berjuta batu yang menghalangnya. Dan jika rasa sedih,alihkan pandanganmu ke arah LANGIT, sedarlah dan sentiasa ingatlah bahawa Allah sentiasa bersamamu. Jadi seharusnya apa yang perlu kita lakukan? berdoalah kepada Allah, Allah lah tempat kembali segala masalah yang sering membelenggu diri kita. Jangan malu untuk merayu-rayu, meminta-minta, memohon-mohon kepada Allah swt.Selalu diingatkan yang Allah tidak pernah jemu mendengar rintihan hambaNya, Allah itu Maha Mendengar.
    Dekatkanlah diri kita dengan pencipta kita yang menguasai seluruh alam, yang memegang hati-hati kita. Disamping berdoa perlulah kita berusaha menyelesaikan masalah yang dihadapi. Mungkin ada yang rasa diri mereka tidak kuat hendak hadapinya tetapi cubalah bangun! Usah tewas dengan hasutan syaitan, cari kembali kekuatan kita kerana kekuatan itu ada dalam diri kita masing-masing. Yakin dengan diri, kuatkan azam dan cita-cita. Usah tonjolkan kelemahan kita pada syaitan kerana syaitan tidak pernah berhenti menghasut agar kita lemah-selemahnya.

    Jika rasa tidak kuat atau lemah, carilah sahabat-sahabat yang sentiasa memberi kata-kata semangat kepada kita dan bukan sahabat yang menjatuhkan kita. Itulah pentingnya sahabat kerana kita tidak mungkin bisa hidup berseorangan. Kita perlu tahu selepas ujian itu selesai, satu lagi ujian akan datang, maka bersedialah dalam menghadapi ujian yang seterusnya. Untung bagi mereka yang selalu diberi ujian tanda Allah swt sayang padanya. Semoga kita sentiasa menjadi hambaNya yang sentiasa redha atas ujian dan ketentuan Allah swt. Apa yang ditetapkan untuk kita itulah yang terbaik!

    Rabu, 27 April 2016

    Tuhan tak akan pernah mengambil sesuatu darimu, tanpa maksud menggantikannya dengan sesuatu yg jauh lebih baik. Percayalah.
    Jangan mengeluh atas apa yang kamu miliki. Jangan iri apa yang orang lain miliki. Bersyukurlah! Ingin lebih? Berusahalah!
    Selalu ada pelajaran dibalik setiap kejadian. Jangan anggap masalah sebagai musibah, tapi carilah hikmah dan jangan menyerah.

    Kita melakukan ini karena tak menyadari bahwa kita adalah apa yang kita lakukan, bukan apa yang orang lain pikirkan. Kita adalah siapa diri kita, bukan orang lain.
    Di dunia yang terus berubah ini, tetaplah menjadi dirimu sendiri. Dan percayalah, bahwa siapapun dirimu, selama kamu bangga akan dirimu, kamu akan selalu terlihat baik di mata mereka yang sungguh mengenalmu.
    So, jangan biarkan apa yang dikatakan orang lain tentangmu mengambil alih hidupmu.
    Mereka yang gagal hanyah mereka yang berhenti mencoba.
    Tuhan punya 3 cara untuk menjawab doamu: YA, Dia berikan maumu. TIDAK, Dia berikan yg lbh baik. TUNGGU, Dia berikan yg terbaik.
    Jika Anda ingin berbahagia selama satu jam, silakan tidur siang. Jika Anda ingin berbahagia selama satu hari, pergilah berpiknik. Bila Anda ingin berbahagia seminggu, pergilah berlibur. Bila Anda ingin berbahagia selama sebulan, menikahlah. Bila Anda ingin berbahagia selama setahun, warisilah kekayaan. Jika Anda ingin berbahagia seumur hidup, cintailah pekerjaan Anda.

    Kegagalan terbesar adalah apabila kita tidak pernah mencoba.

    Perjalanan sejauh 1000 mil dimulai dengan 1 langkah.
    ( Sesuatu Yang Besar Dimulai dari sesuatu yang Kecil )

    Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.



    Meskipun melakukan kesalahan dalam tindakan, namun jika didasari dgn niat baik, pasti Tuhan akan menunjukkan jalan yg terbaik.
    ______________________
    Jangan pernah meremehkan orang lain, terkadang orang yg kamu butuhkan adalah mereka yg pernah kamu remehkan. Tetap rendah hati.
    Hanya karena seseorang pernah melakukan salah di masa lalu, tak berarti dia tak bisa lakukan hal yg baik saat ini.
    ________
    Menghormati org yg lbh "tinggi" darimu, itu biasa. Menghormati org yg lbh "rendah" darimu, itu luar biasa.
    ________
    Kamu tak akan pernah tahu jika kamu tak mencobanya
    Ketika Tuhan memberimu masalah, Dia tahu bahwa kamu pasti bisa melaluinya. Mungkin akan ada luka, tapi itu semua buatmu dewasa.


    Dia yg mengeluh adalah dia yg tak pernah bisa bersyukur, pdhl tanpa ia sadari, karunia dari Tuhan telah ia nikmati setiap hari.
    ________
    Syukuri setiap kesulitan. Karena terkadang kesulitan mengantar kita pada hasil yang lebih baik dari apa yang kita bayangkan.
    ____________________
    Hargai orang lain, siapapun itu, dan jangan pernah menaruh dendam kepada siapapun. Isi setiap harimu dengan kebaikan.
    __________
    Setiap masalah ada jalan keluarnya. Kamu mungkin tak melihatnya, namun Tuhan tahu jalan keluarnya. Yakin dan percayalah padaNya
    Salah satu hal paling bahagia di dunia ini adalah melihat ibumu tersenyum, dan lebih bahagia lagi ketika tahu kamulah alasannya.
    =========================================
    Kebanyakan orang tak mau melepaskan apa yg sudah pergi. Itulah yg membuat masalah menjadi berat.
    =========================================
    Jangan mengeluh tentang harimu. Setiap harimu mungkin tak baik, namun percayalah ada sesuatu yg baik di setiap harimu.
    =========================================
    Kenali dirimu sendiri dulu sebelum kamu mulai berbicara buruk tentang orang lain. Sudah pantas kah kamu menilai orang lain?
    =========================================
    Akan ada solusi untuk setiap masalah. Hidup terlalu singkat jika hanya untuk mengeluh. Berusaha, percaya diri dan berdoa.
    =========================================
    Bersyukurlah atas apa yg kamu miliki saat ini, karena masih banyak orang di sekeliling kamu yg masih kurang beruntung.
    ============================
    Kamu tak akan dapatkan apa yang kamu inginkan, jika kamu terlalu sibuk mengeluh apa yang kamu miliki saat ini tak cukup bagimu.
    ______
    Selama kamu yakin, tak ada yg tak mungkin. Percaya diri! Kamu lebih hebat dari yg kamu pikirkan.


    Jgn hitung brp kali org menyakiti & meninggalkanmu, tp brp kali kau menyakiti Tuhan & Ia tdk prnh meninggalkanmu
    ______________
    Hal mudah akan terasa sulit jika yg pertama diipikirkan adalah kata SULIT. Yakinlah bahwa kita memiliki kemampuan dan kekuatan.

    Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan

    Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat
    ________________
    Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan
    Jangan sesali sesuatu yg telah berakhir, meskipun itu baik. Tanpa akhir tak akan pernah ada awal baru yg mungkin lebih baik.
    _______________
    Jangan pernah meremehkan orang lain, terkadang orang yg kamu butuhkan adalah mereka yg pernah kamu remehkan. Tetap rendah hati.
    Kesalahan adalah pengalaman hidup, belajarlah darinya. Jangan mencoba tuk menjadi sempurna. Cobalah menjadi teladan bagi sesama.
    ___________________________
    Seorang yang bijaksana selalu mampu mengakui kesalahannya, mengambil hikmahnya dan berusaha keras memperbaikinya.
    _____________________________
    Orang slalu bilang km perlu melakukan ini dan itu, tp km tahu yg terbaik ttg dirimu dan apa yg perlu km lakukan.

    Tulus dalam menggali potensi diri. Meniru hanya membuatmu menjadi orang lain, tak ada yg bisa dibanggakan. Jadi dirimu sendiri.
    ____________________________________
    Org bs berkata apapun tentang kamu. Tp siapa dirimu sebenarnya, hny kamu yg tahu, & hny kamu yg menentukan.
    _______________________________

    Self‐ trust is the first secret of success – Percaya diri adalah rahasia pertama sebuah kesuksesan.
    Hanya mereka yang berani menghadapi kegagalan besar mampu meraih keberhasilan besar
    aku marah karena tidak memiliki sepatu. Kemudian aku bertemu dengan orang yang tidak punya kaki.